fbpx

7 Strategi memulai Jualan online

7 Strategi memulai Jualan online

Postingan 7 Strategi memulai Jualan online ini sangat penting Pada masa New Normal ini, Dikarenakan banyak sekali pelaku usaha yang dulunya Offline berbondong bondong berpindah ke Dunia Online.

Di masa ini Konsumen sudah tidak ingin lagi atau mengurangi aktivitas secara fisik untuk berbelanja secara offline. Sebisa mungkin para konsumen akan melakukan Social Distancing karena COVID-19 ini masih belum ada Vaksin nya.

Perubahan perilaku konsumen yang dulunya memiliki mobilitas tinggi sekarang beralih ke Stay@Home atau Work from Home. Yang akhirnya membuat para konsumen lebih memilih untuk berbelanja via online atau di Internet.

Mereka berbelanja di marketplace, media sosial, atau toko online yang memang sudah exist jauh sebelum Masa Pandemi COVID-19 ini terjadi. Tentu saja jika anda pelaku usaha yang terkena dampak COVID-19 juga akan mencoba berusaha membangun platform bisnis nya di dunia online.

TAPI….ada banyak hal yang masih harus dipelajari dan diketahui bila anda mencoba untuk memasarkan produk dan jasa anda di dunia online.

Anda harus paham tentang Pemasaran online atau Digital Marketing secara strategis maupun secara tehnis demi meningkatkan penjualan bisnis anda. Berikut adalah 7 Strategi memulai Jualan online yang bisa membantu anda dalam mempersiapkan bisnis anda di dunia online.

STRATEGI 1 – Jangan Mengira kalau sudah punya website atau toko online maka konsumen akan datang dengan sendirinya.

Ada sebuah kekeliruan yang sangat luar biasa yang terjadi pada hampir semua pengusaha baik yang skala UKM bahkan yang berskala besar yang ingin mencoba memulai pemasaran atau penjualan secara online.

Mereka beranggapan kalau sudah memiliki website atau toko online….sudah mendaftar di marketplace seperti Tokopedia, Lazada, OLX, BukaLapak, dll. Maka tinggal duduk manis dan konsumen akan menghubungi dengan sendirinya.

O…O….Tidak seperti itu FERGUSO !!!

Banyak yang tidak paham bahwa agar calon konsumen kita bisa sampai menghubungi kita untuk memesan Produk atau jasa yang kita jual, para calon konsumen tersebut haruslah melalui berbagai tahapan agar bisa sampai di toko online atau di website kita.

Tahapan yang pertama kali yang anda harus perhatikan adalah TRAFFIC !! atau yang sering di sebut Pengunjung yang berkunjung ke website atau di toko online kita.

Bila website maupun toko online anda tidak mendapatkan TRAFFIC dalam jumlah yang banyak, maka jangan bermimpi akan mendapatkan konsumen yang membeli dari anda.

TRAFFIC adalah Tahap awal yang harus terjadi atau harus ada pada website atau toko online anda. Sebagai Digital Marketer anda harus menciptakan sebanyak mungkin TRAFFIC yang mengarah kepada Website atau Toko Online milik anda.

Tapi Ingat !!!! TRAFFIC yang terjadi pada website anda haruslah TRAFFIC yang sesuai dengan Target Marketnya. Hal ini kita bahas pada Strategi kedua.

Ada beberapa Istilah tentang TRAFFIC yang anda harus perdalam lagi seperti :

  1. TEMPERATURE TRAFFIC
  2. TRAFFIC Berbayar dan TRAFFIC Organik
  3. TRAFFIC Terkontrol dan TRAFFIC yang tidak bisa di Kontrol

Hal ini nanti akan kita bahas di artikel lain yang khusus membahas tentang TRAFFIC, karena pembahasan strategi tentang TRAFFIC ini sebenarnya sederhana tapi cukup mendalam.

STRATEGI 2 – Menentukan secara spesifik siapa yang menjadi Target Market anda.

Target Market

Ketika saya mempelajari Digital Marketing Analisa dengan menggunakan Google Analytic di suatu Online Course yang di adakan oleh Google, Google mengatakan bahwa….

TRAFFIC yang baik adalah TRAFFIC yang menghasilkan CONVERTION

Google

Itu berarti adalah bahwa Pengunjung yang datang ke website atau toko online kita diharapkan benar benar akan melakukan pembelian atau transaksi pada bisnis kita. Adalah percuma bila TRAFFIC yang berkunjung ke website atau toko online anda sangat banyak tetapi sama sekali tidak terjadi transaksi penjualan di bisnis anda.

Mengapa ini bisa terjadi….?

Ini bisa terjadi apabila TRAFFIC yang datang ke website atau toko online anda bukanlah merupakan target market anda. Saya akan jelaskan lebih lanjut…..

Semisal anda menjual spesialis produk makanan kucing di website atau toko online anda, tapi yang datang adalah orang orang pecinta anjing. Tentu saja mereka yang memelihara anjing tidak akan menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan anjing kesayangannya.

Contoh lain misalnya anda menawarkan pelatihan olahraga yang bisa menurunkan berat badan di website anda. Tapi yang datang ke website anda adalah orang orang yang menginginkan pelatihan dan suplemen yang bertujuan untuk menjadi binaragawan ( Badan besar berotot dan kekar )

Atau yang lebih parah adalah orang yang datang ke website atau toko online anda hanya sampai di salah satu halaman website anda dan langsung keluar tanpa melakukan apa apa, bahkan klik salah satu tombol di website anda saja tidak dilakukan.

Hal ini akan mengakibatkan BOUNCE RATE atau Rasio Pentalan pada website anda menjadi tinggi !!! dan Google akan menurunkan peringkat website atau toko online anda di google pencarian organiknya karena BOUNCE RATE yang tinggi.

Maka dari itu, TRAFFIC yang hadir ke website atau toko online anda haruslah merupakan orang orang yang benar benar berminat dengan produk atau jasa yang anda jual.

Di Internet seorang Digital Marketer yang ahli akan dengan mudah mempromosikan Website atau toko online anda hanya kepada orang orang yang menjadi target market anda. Digital Marketer akan menseleksi serta meriset Target market yang spesifik dengan  syarat sbb :

  1. Siapa yang membutuhkan Produk & jasa anda ?
  2. Siapa yang menginginkan Produk & jasa anda ?
  3. Siapa yang mampu membeli Produk & jasa anda ?

Ketiga inilah yang seharusnya anda tanyakan pada diri anda…..siapa yang merupakan WINNING AUDIENCE anda. Satu saja dari ketiga Syarat ini tidak terpenuhi, maka mereka bukanlah Target Market anda.

Setelah jelas siapa yang sebenarnya menjadi target market anda semakin mudah DIgital Marketer harus mencari kemana sebenarnya Target market atau WINNING AUDIENCE anda di dunia online dalam upaya menghadirkan TRAFFIC yang tepat ke Website atau Toko Online anda.

STRATEGI 3 – Kalau jualannya Online tidak semerta merta produk pasti mudah terjual.

Ini juga adalah sebuah kesalah pahaman yang sering terjadi bagi para pemula pebisnis online. Anggapan bahwa kalau sudah memiliki website atau toko online serta sudah beriklan berbayar menggunakan Google Ads atau FB Ads/IG Ads maka konsumen akan segera membeli produk atau jasa dari kita.

Dimasa sebelum Pandemi COVID-19 saya sering dimintai konsultasi oleh berbagai klien saya, mereka mengeluhkan telah mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk iklan berbayar di Internet. Tapi meskipun sudah menggunakan Iklan Berbayar, mereka masih belum mendapatkan penjualan yang signifikan.

Bukannya Laku !! malah Buntung karena biaya iklan yang telah di keluarkan jauh lebih besar dari pada pendapatan dari hasil penjualan onlinenya. Bahkan ada yang tidak laku sama sekali.

Mereka mengatakan bahwa iklan mereka banyak sekali menghasilkan TRAFFIC, Interaksi, LIKE tapi tidak demikian dengan hasil penjualannya. Bahkan TRAFFIC yang dihasilkan benar benar dari Target Market yang spesifik atau WINNING AUDIENCE Mereka.

Mereka bertanya tanya, apakah yang salah ?

Ketika saya mencoba mengevaluasi Iklan Google ads/ FB ads dan Website mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, saya tidak menemukan masalah pada Iklan berbayar serta Landing page pada Website atau toko online mereka.

Tapi yang saya temukan adalah ternyata Produk atau Jasa yang mereka jual ternyata memiliki VALUE  yang sama dengan Produk atau Jasa yang di jual oleh Kompetitor mereka. Dan celakanya Kompetitor menjual dengan harga yang lebih murah.

Value

Contoh Kasus…..

Pernah atau sering kah anda melihat sebuah iklan bersponsor di beranda Facebook atau di Instagram anda ?

Anda lihat ternyata Produk nya bagus !! Tapi bukannya anda memilih membeli dari si pengiklan tapi malah pergi ke marketplace seperti Tokopedia, Lazada, OLX, BukaLapak untuk mencari produk yang serupa dengan harga yang lebih murah.

Mengapa anda lakukan itu….? Tentulah sangat wajar bagi kita bila melihat sebuah produk yang bagus akan mencari alternatif harga yang semurah mungkin, tapi produk tsb masih memiliki VALUE yang sama.

Pada produk atau Jasa, VALUE bisa diartikan sebagai :

Value biasanya mengandung 3 unsur Keuntungan bagi Konsumen yaitu secara Fungsional, Sosial, maupun Emosional.

Kalau produk atau jasa anda memiliki VALUE yang sama dengan Kompetitor anda, maka sangatlah wajar bila konsumen akan membandingkan dari sisi harga. Apalagi dimasa NEW NORMAL begini……

Memang benar di zaman yang serba online sekarang ini, para pengusaha jauh lebih mudah memasarkan produk atau jasa secara online. Bahkan setiap pemilik usaha memiliki kesempatan yang sama dalam dunia online.

Tapi jangan salah…!!!! Meskipun mudah bagi banyak pemilik usaha untuk mulai berjualan di online, Konsumen anda juga dengan sangat mudah membandingkan VALUE produk dan jasa anda dengan Kompetitor anda yang sejenis.

Konsumen jauh lebih banyak pilihan untuk membeli produk atau jasa, yang berarti bahwa KOMPETISI Jualan di dunia Online sangatlah tinggi!!!

Ya….Anda sebagai pelaku usaha dituntut untuk lebih kompetitif di dunia online yang juga dengan mudahnya Kompetitor anda masuk untuk bersaing memperebutkan konsumen dari anda.

Di sini kunci nya adalah anda harus memiliki WINNING PRODUCT !!! Produk atau Jasa yang memiliki VALUE yang lebih tinggi dibandingkan produk dan jasa yang dimiliki oleh kompetitor anda.

WINNING PRODUCT biasanya dihasilkan dari riset atau survey pada WINNING AUDIENCE anda. WINNING PRODUCT haruslah merupakan kebutuhan dan keinginan dari Calon konsumen anda. Dan hanya anda satu satunya yang menyediakan Produk atau Jasa tersebut.

STRATEGI 4 – Membuat Copywriting untuk mendapatkan Leads Prospek yang berpotensi menghasilkan CONVERTION.

Adalah percuma bila Website atau Toko Online anda bisa mendapatkan WINNING TRAFFIC tapi tidak mendapatkan Leads Prospek yang bisa menghasilkan CONVERTION.

Cara merubah WINNING TRAFFIC agar bisa menjadi Leads Prospek adalah dengan Copywriting !!

Apa itu Copywriting ??

Untuk mengerti apa itu copywriting, ada 3 istilah yang harus anda pahami.

1. Copy: teks yang digunakan dalam penjualan atau pemasaran, biasanya kita temui di landing page, iklan, website, brosur, dan lain-lain.

Meskipun dalam perkembangannya, copy bukan lagi hanya teks.

(berbeda dengan copy yang berarti salin)

2. Copywriting: proses/teknik menulis copy. (penulisnya disebut copywriter)

3. CONVERTION/Konversi: ketika seseorang yang anda target mengambil tindakan yang anda inginkan. Misalnya membeli produk, mendaftar anggota, membuat akun, mendownload, dan lain-lain.

Kalau dalam penjualan, konversi sering disebut closing.

Tapi di sini akan kita gunakan istilah konversi karena copywriting sendiri bukan hanya untuk penjualan.

Jadi, teknik copywriting adalah teknik membuat copy yang mampu meningkatkan konversi secara drastis.

Pendalaman tentang CONVERTION akan kita bahas di Strategi selanjutnya

Lalu kenapa kita butuh copywriter?

“Cuma nulis.. apa susahnya sih? Di pelajaran Bahasa Indonesia jaman sekolah dulu kan sudah?”

Tidak sama..

Melakukan penjualan itu tidak mudah. Apalagi kalau anda hanya boleh menggunakan media berupa teks, gambar, atau video. Jauh lebih sulit.

Copywriter adalah salesman dalam huruf.

Dengan teknik copywriting yang tepat, 2 produk yang sama persis bisa mendapatkan respon yang jauh berbeda oleh orang lain.

Copywriting

Sebagai contoh…….Kalau anda memasarkan produk ke 100 orang… yang sebelumnya hanya terjual ke 1 orang, tapi dengan teknik copywriting yang tepat sekarang ada bisa mendapatkan 5 pembeli.

5x lipat!

Apalagi karena sekarang media pemasaran secara online semakin populer mengalahkan pemasaran tradisional. Peran teks dan copywriter sangat dibutuhkan.

Anggaplah ada sebuah perusahaan yang melakukan pemasaran digital secara menyeluruh.

Maka mereka memerlukan:

  1. Landing page
  2. AdWords
  3. Facebook Ads
  4. YouTube Ads
  5. Iklan TV dan radio
  6. Konten website
  7. Konten social media
  8. Konten email marketing
  9. ….dan masih banyak lagi

Agar semuanya efektif dan menghasilkan rasio konversi yang tinggi, maka dibutuhkan teknik copywriting.

Itulah mengapa skill copywriting sangat dibutuhkan.

STRATEGI 5 – Cari tahu dimana Calon Konsumen anda berkumpul !!

Strategi yang kelima ini masih berkaitan dengan strategi no 2 diatas. Seorang Digital Marketer yang berpengalaman akan segera mengidentifikasi Dimana Calon Konsumen anda berkumpul secara Online setelah dia mengetahui siapa sebenarnya TARGET MARKET anda.

Menurut pengalaman saya selaku Konsultan dan Praktisi Digital Marketing, Calon Konsumen sering kali berkumpul di Google Pencarian atau di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan lainnya.

Secara perilaku terdapat perbedaan antara Konsumen yang di Google dibandingkan Konsumen yang di Media Sosial.

GOOGLE

Kalau di Google, Calon Konsumen lah yang mencari Produk atau jasa yang mereka butuhkan. Mereka mengetikkan sebuah Keyword ( Kata Kunci ) pada Google Pencarian yang dimana Google akan menampilkan sejumlah Link dari Website atau Toko Online yang berhubungan dengan Keyword yang mereka ketikkan tersebut.

Pertanyaan besarnya adalah ketika calon konsumen anda mengetikkan keyword yang berkaitan dengan produk atau jasa yang anda jual, akankah Website atau Toko online anda muncul di halaman 1 Google Pencarian ?

Calon Konsumen bukan mengetikkan nama Domain website atau toko online anda, karena mereka belum mengenal Bisnis anda. Apalagi kalau brand bisnis anda belum di kenal sama sekali.

Sekilas tentang Membangun Brand bisnis di dunia online akan di bahas di Strategi ke Enam

Kalau calon konsumen anda mengetikkan keyword di Google Pencarian yang berkaitan dengan  produk atau jasa yang anda jual, tapi tidak menemukan Website atau Toko Online anda di Google Pencarian, Berarti Tidak akan Terjadi TRAFFIC pada Website atau Toko Online anda.

Dan seperti saya bilang sebelumnya di Strategi ke satu diatas, bila tidak ada TRAFFIC menuju Website atau toko Online anda, maka akan sulit terjadinya Transaksi penjualan pada bisnis online anda.

Seorang Digital Marketer akan melakukan Riset Keyword di Google untuk mencari tahu keyword apa yang tepat untuk di implementasikan ke website atau toko online anda.

Implementasi keyword pada website atau toko online sering disebut SEO ( Search Engine Optimization ) dan juga SEM ( Search Engine Marketing ). Hal ini meliputi Keyword untuk menghasilkan Google TRAFFIC Organik dan juga Google TRAFFIC yang berbayar ( Google Ads ).

Untuk pembahasan Google SEO dan Google SEM sangatlah tehnis dan cukup panjang, kita akan membahas dan memperdalamnya di Artikel Digital Marketing Spesial Google Marketing.

MEDIA SOSIAL

Di Media Sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, yang terjadi adalah sebaliknya. Kitalah yang harus mencari calon konsumen kita. Kita harus menawarkan produk atau jasa kita ke setiap individu yang ada di media sosial.

Kalau bisnis anda masih belum dikenal atau belum dipercaya, saya sangat menyarankan untuk melakukan Softselling terlebih dahulu dibandingkan langsung melakukan Hardselling ( Langsung menawarkan Produk ).

Dalam upaya meningkatkan Awareness ( Kesadaran ) bahwa bisnis anda exist, di media sosial sebaiknya melakukan SoftSelling terlebih dahulu. Pendekatan ini tidak langsung mengajak Target Market untuk langsung membeli.

Tapi bagi mereka yang sudah terkenal brand bisnis nya, biasanya langsung melakukan Hardselling dengan menggunakan FB ads / IG Ads.

Facebook ads

Instagram Ads

Keuntungannya bila kita menggunakan Iklan Berbayar Media Sosial Seperti Facebook Ads maupun IG ads, kita akan mendapatkan kemudahan seperti :

  1. Iklan kita bisa di promosikan hanya pada target market yang tepat
  2. Iklan kita akan di nomor satukan di beranda postingan Target market kita

Untuk pembahasan Facebook Ads dan IG ads akan lebih di perdalam di Artikel Facebook Marketing.

Tapi sangat perlu di Ingat !!! seperti penjelasan saya di Strategi no 3 sebelumnya. Ketika anda beriklan di Media Sosial, VALUE Produk sangat menentukan sekali ketika melakukan Hardselling.

Bila Produk atau Jasa Anda tidak memiliki VALUE yang sangat kuat, maka anda akan dengan mudahnya terlibat PERANG HARGA.

STRATEGI 6 – Bangun BRAND Bisnis Anda di Dunia Online dengan selalu berinteraksi dengan AUDIENCE Bisnis anda.

Di Online, anda juga harus membangun Brand bisnis anda agar tetap di ingat selalu oleh Konsumen Konsumen anda. Di tengah tengah banyaknya kompetitor anda di dunia online, anda harus mempertahankan existing bisnis anda.

Cobalah selalu berinteraksi dengan konsumen konsumen anda, buat selalu postingan di website atau media sosial bisnis anda. Agar anda selalu terkoneksi dengan pelanggan anda, Ada RAHASIA BESARnya…….!!!!

RAHASIA BESAR nya adalah LIST BUILDING atau bahasa lainnya MEMBANGUN DATA BASE CUSTOMER anda. Jangan Sia Sia kan TRAFFIC yang hadir di Website dan Toko Online anda berlalu begitu saja.

Bangun DATABASE CUSTOMER anda dengan mendapatkan Email, WA, Telp dari orang orang yang berkunjung ke Website atau Toko Online anda. Tujuannya agar anda bisa menghubungi mereka kembali dengan informasi baru tentang bisnis anda.

Tanamkan Terus Brand Bisnis anda kepada Customer customer yang sudah masuk menjadi database bisnis anda, tidak selalu dengan Informasi jualan melulu. Postingan Awareness, postingan yang lucu, Postingan edukasi, dll.

Membangun Brand bisnis di Online juga harus di lakukan secara terus menerus, membangun brand bukanlah pekerjaan sartu malam. Di butuhkan komitmen yang kuat untuk mengelola brand ini.

Membangun Brand merupakan keharusan, klo anda ingin Bisnis Online anda bertahan lama. Dengan selalu mengelola Brand dan DATABASE CUSTOMER anda maka Konsumen konsumen anda juga akan membantu mempromosikan bisnis anda secara online.

Dan ini tentunya akan terus membantu menambahkan Calon Prospek ke dalam DATABASE CUSTOMER bisnis anda.

STRATEGI 7 – CONVERTION Calon Konsumen anda menjadi Transaksi Penjualan.

Ini yang harus selalu anda usahakan dan persiapkan dalam upaya Penjualan di Website atau Toko Online anda. Persiapkan Strategi terbaik anda untuk bagaimana cara anda unuk Mengubah (CONVERTION) TRAFFIC, INTERAKSI menjadi CLOSING TRANSAKSI.

Pastikan para Sales atau Customer Service anda benar benar memiliki kemampuan untuk melakukan CLOSING. Product Knowledge, Sales Script harus sudah menjadi bekal bagi para Sales dan Customer Service anda.

Yakinkan para Calon Konsumen yang sudah menghubungi bisnis anda utnuk mau segera melakukan transaksi dan pembayaran. Layani pertanyaan pertanyaan, Keberatan dari Calon konsumen anda.

WINNING CLOSING wajib anda dan tim CS serta Sales anda usahakan sebaik mungkin, Siapkan jawaban jawaban terbaik bagi calon konsumen anda yang mampu menggiring terjadinya transaksi.

KESIMPULAN 7 Strategi memulai Jualan online

Kalau teman teman perhatikan dalam proses berjualan online diatas terdapat yang namanya CUSTOMER JOURNEY.

Atau dalam bahasa sederhananya adalah Perjalanan atau pengalaman Konsumen dari mereka mencari produk atau jasa, mempelajari lebih dalam apakah produk tersbeut bisa membantu mereka menyelesaikan masalah hingga memutuskan kepada siapa mereka membeli.

Bagi seorang Digital Marketing Hal ini digambarkan sebagai yang namanya SALES FUNNEL.

Sales Funnel

Seorang Digital Marketer yang ahli akan menggunakan Sales Funnel sebagai strategi analisa untuk mengukur Kinerja Website atau Toko Online dalam menghasilkan Penjualan. Baik jualan anda Offline maupun online sebenarnya ada tahapan yang harus anda ketahui !!

Yang berarti Sales Funnel juga menggambarkan Apakah Website Atau Toko Online anda bisa membantu Calon Konsumen dalam perjalanannya mencari produk atau jasa yang dia butuhkan hingga mereka mau membeli dari anda.

DIgital Marketing meliputi STRATEGI dan TEHNIS. Bagi anda yang benar benar ingin menguasai Cara Jualan Online pasti LAKU…Ikuti Terus Website ini dan dapatkan Notifikasi Postingan Postingan Bisnis di www.smartindoibc.com

7 Strategi memulai Jualan online